Posted on Jumat, 9 Januari, 2009 by abuabdillahibnusani
Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Manusia dalam loyalitas dan perlepasan diri terbagi dalam tiga kelompok.
Pertama
Orang yang dicintai dengan kecintaan yang murni dan tidak dicampuri dengan permusuhan ; mereka itulah orang-orang beriman yang ikhlas ; yang terdiri dari para nabi, shiddiqin (orang-orang yang selalu membenarkan), para syuhada’ (orang-orang yang mati dalam peperangan/mati syahid), dan orang-orang yang shalih, yang berada di barisan paling depan di antara mereka adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kecintaan kepada beliau haruslah lebih besar dibanding dengan kecintaan kepada diri sendiri, anak, orang tua dan seluruh manusia, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Wala' & Bara' | Leave a Comment »
Posted on Jumat, 5 Desember, 2008 by abuabdillahibnusani
Oleh
Abu Abdil Muhsin Firanda Ibnu Abidin
Berikut ini adalah beberapa contoh khilaf (perbedaan pendapat) di antara para ulama Ahlus Sunnah akan tetapi mereka tidak saling mengingkari. Namun mereka berusaha menjelaskan pendapat yang paling benar menurut mereka, tanpa adanya sikap saling menjatuhkan, terlebih lagi saling tahdzir, hajr, apalagi tabdi.
[1]. Khilaf antara Syaikh Al-Albani dan Syaikh Ibnu Baaz rahimahumallah mengenai boleh tidaknya Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Akhlak | Tagged: Akhlak, perselisihan | Leave a Comment »
Posted on Jumat, 21 Nopember, 2008 by abuabdillahibnusani
Oleh
Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikuti apa-apa yang datang dari Kitab Allah dan atau Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun bathin dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat dari kaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dan khususnya mengikuti Al-Khulafaur-rasyidin sebagaimana wasiat Rasulullah dalam sabdanya.
“Artinya : Berepegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah khulafaur-rasyid-iin yang mendapat petunjuk”. [Telah terdahulu takhrijnya]
Dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mendahulukan perkataan siapapun terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah. Oleh karena itu mereka dinamakan Ahlul Kitab Was Sunnah. Setelah Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Dakwah | Leave a Comment »
Posted on Kamis, 20 Nopember, 2008 by abuabdillahibnusani
Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali
Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata:
Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam.
Mungkin kamu meninggal sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan keliang yang kering dan batu-batu cadas yang bisu. Tidak ada seorangpun dari keluarga yang bisa memberikan bantal, kecuali hanya menempatkannya di tengah kerumunan binatang serangga. Adapun bantal pada saat itu berupa amal perbuatannya.
Atau mungkin kamu meninggal sebagai orang yang malang dan terasing. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on Senin, 17 Nopember, 2008 by abuabdillahibnusani
Oleh
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Kesalahan Pertama
Penisbatan isteri kepada suaminya, seperti : Suha Arafat, nisbat kepada suaminya. Ini merupakan suatu kesalahan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa Ta’ala.
“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah “[Al-Ahzab : 5]
Yang benar ialah Suha bintu Fulan (nisbat kepada bapaknya) Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Dakwah | Tagged: kesalahan nama, nama | Leave a Comment »