Mencari Kebenaran

Oleh: Abdul Aziz

Sebelum saya menuntut ilmu ke IPB, saya belum mengetahui aqidah dan ilmu agama dengan lurus. Katanya, Madura dikenal dengan NU-nya. Anehnya, meskipun saya lahir dan besar di madura, saya tidak mengetahui bahwa aqidah saya NU.

Ketika saya menginjak kelas 3 SMA, saya mulai menemukan cara sholat dan berpakaian yang jika saya nilai sangat aneh. Saya melihat adik kelas saya yang sholat dengan cara yang berbeda yaitu: menghadapkan telapak tangan ke kiblat dengan jari-jari ke atas. Sayapun mengejeknya dengan perkataan:“wah..sholatnya kayak mau ngeluarin tenaga dalam saja” .

Bukan hanya itu saja, saya mempunyai tetangga yang juga memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu: sholatnya yang aneh dan celananya yang ngatung. Sayapun mengejeknya ketika baru pulang dari masjid:“Tuh orang kayak mau ke sawah aja, sarungnya ketinggian”.

Setelah lulus SMA dan diterima kuliah di IPB, saya menjalani hari-hari kuliah dengan rasa bosan, malas karena jarak antara kuliah dengan asrama jauh. Saya mulai berpikir, kalau saya jauh-jauh ke IPB hanya untuk kuliah saja maka hal itu percuma. Saya juga ingin mendalami ilmu agama. Namun saya ragu karena sebelumnya sudah ada peringatan dari guru bahwa saya harus hati-hati karena di IPB banyak aliran sesat. Sayapun mulai berpikir kenapa saya tidak mencobanya dulu?dari situ bisa tahu apakah ternasuk aliran atau bukan. Makanya saya ikut halaqoh-halaqoh, seperti Ikhwanul Muslimin (IM),  Jamaah Tabligh (JeTe), dan hampir saja ikut Hizbut Tahrir (HT).

Belum lama ikut halaqoh-halaqoh itu, akhirnya sayapun berhenti karena di halaqoh IM hanya membahas tentang kegiatan tanpa ada kajian agama, sedangkan di halaqoh Jete berhenti karena kitab yang dijadikan pegangan banyak dalil yang g jelas yaitu: Kitab Fadhilul ‘amal. Saya taunya dari teman sekamar, sebelumnya saya mulai ragu ketika membacakan beberapa hadits namun saya berpikir:”Inikan hadits”.

Akhirnya, Allah memberikan petunjuk untuk memilih mahaj Salafy. Manhaj yang selalu berpegang pada Al-qur’an, Hadits shohih, dan pemahaman para sahabat. Dari sinilah saya mendapatkan ilmu agama yang tidak sedikit, manhaj yang lurus serta aqidah yang benar. Manhaj dan aqidah yang sempat saya jadikan bahan olok-olokkan.

Sayapun mulai menyadari hikmah yang didapat ketika saya kuliah di IPB, sehingga saya sangat bersyukur masuk IPB.

Kepada Ikhwah sekalian, saya menguraikan perjalanan hidup saya hanya semata-mata untuk dijadikan Ibrah bahwa kita harus mencari kebenaran tentang Ad-Dien. Sehingga tidak tergelincir kepada firqoh-firqoh sesat yang semuanya berteriak:” Kamilah manhaj Ahlussunnah wal Jamaah yang sesuai dengan pemahaman para sahabat.

2 Tanggapan

  1. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
    Masya Allah, blog antum sudah rame artikelnya. Ana aja jarang nge-update blog ana karena sedikitnya waktu yang ana miliki. Tetep Istiqomah aja, Akh. Dunia maya tak beda dengan dunia nyata, banyak panah-panah syahwat dan syubhat yang selalu berhamburan. Ana link blog antum di blog ana.
    Sekarang tinggal di mana ya Akh?

  2. assalamu’alaikum
    semoga antum dan kita tetap istiqomah.
    luruskan niat kita dalam dakwah dunia maya ini. semoag Allah menolong dakwah ini.
    salam kenal dari ana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: